Rabu, 04 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab NIKAH 41. Hak Suami




عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ أَتَيْتُ الْحِيرَةَ فَرَأَيْتُهُمْ يَسْجُدُونَ لِمَرْزُبَانٍ لَهُمْ فَقُلْتُ رَسُولُ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ يُسْجَدَ لَهُ قَالَ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ إِنِّي أَتَيْتُ الْحِيرَةَ فَرَأَيْتُهُمْ يَسْجُدُونَ لِمَرْزُبَانٍ لَهُمْ فَأَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ نَسْجُدَ لَكَ قَالَ أَرَأَيْتَ لَوْ مَرَرْتَ بِقَبْرِي أَكُنْتَ تَسْجُدُ لَهُ قَالَ قُلْتُ لَا قَالَ فَلَا تَفْعَلُوا لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لِأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ الْحَقِّ

2140. Diriwayatkan oleh Qais bin Sa'ad, dia berkata, "Saya mendatangi suatu kaum di sebuah daerah yang bernama Al Hirah, saya melihat mereka bersujud kepada seorang pemimpin yang berani di kalangan mereka, maka saya berkata, 'Rasulullah SAW lebih berhak untuk diperlakukan seperti itu.' Maka saya mendatangi Rasulullah SAW. Kemudia saya katakan kepadanya bahwa saya melihat suatu kaum yang sujud kepada pemimpin mereka, 'Wahai Rasulullah, anda lebih berhak untuk diperlakukan demikian.' Rasulullah SAW menjawab, 'Katakan kepada saya, jika kamu melewati kuburanku, apakah kamu akan bersujud?' maka Qais berkata, 'Tidak.' Rasulullah SAW berkata, 'Janganlah kalian melakukan hal tersebut, seandainya aku memerintahkan seseorang untuk sujud kepada yang lain, maka aku perintahkan para wanita untuk sujud kepada suami mereka, karena melihat hak-hak suami yang diberikan oleh Allah SWT atas istrinya.'" (shahih) tanpa ada kalimat yang menerangkan tentang kubur.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَلَمْ تَأْتِهِ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

2141. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Apabila seorang laki-laki memanggil istrinya ke ranjangnya, lalu wanita tersebut menolak, dan ia tidak juga menemuinya, sampai sang suami tidur dalam keadaan marah kepada sang istri, maka para Malaikat akan melaknat istri tersebut sampai tiba waktu Shubuh." {shahih, Muttafaq Alaih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab NIKAH 40. Seorang Lelaki yang Menikahi Wanita Dengan Syarat Harus Tinggal di Daerah Tempat Tinggal Wanita


عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ أَحَقَّ الشُّرُوطِ أَنْ تُوفُوا بِهِ مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوجَ

2139. Diriwayatkan oleh Uqbah bin Amir, dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda, "Sesungguhnya di antara syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah syarat yang dengannya kamu bisa halal bersenggama. " (shahih, Muttafaq Alaih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab NIKAH 39. Bagian Para Istri

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ

2133. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, berkata Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang memiliki dua orang istri, kemudian ia tidak bersikap adil, maka ia akan datang di hari akhir nanti sisi badannya miring, "{shahih)

عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ يَا ابْنَ أُخْتِي كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفَضِّلُ بَعْضَنَا عَلَى بَعْضٍ فِي الْقَسْمِ مِنْ مُكْثِهِ عِنْدَنَا وَكَانَ قَلَّ يَوْمٌ إِلَّا وَهُوَ يَطُوفُ عَلَيْنَا جَمِيعًا فَيَدْنُو مِنْ كُلِّ امْرَأَةٍ مِنْ غَيْرِ مَسِيسٍ حَتَّى يَبْلُغَ إِلَى الَّتِي هُوَ يَوْمُهَا فَيَبِيتَ عِنْدَهَا وَلَقَدْ قَالَتْ سَوْدَةُ بِنْتُ زَمْعَةَ حِينَ أَسَنَّتْ وَفَرِقَتْ أَنْ يُفَارِقَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَوْمِي لِعَائِشَةَ فَقَبِلَ ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهَا قَالَتْ نَقُولُ فِي ذَلِكَ أَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى وَفِي أَشْبَاهِهَا أُرَاهُ قَال { وَإِنْ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا }

2135. Diriwayatkan oleh Urwah, ia berkata, "Aisyah pernah berkata, 'Wahai anak saudaraku, Rasulullah SAW tidak pernah melebihkan salah satu di antara kami (istrinya) dalam masalah bermalam. Tidak ada hari kecuali beliau selalu mengunjungi kami satu persatu, dan beliau selalu memberi kemesraan kepada kami. Sampai tiba giliran salah seorang di antara kami mendapat giliran, dan Rasulullah pun bermalam di sana. Saudah Binti Zum'ah, ketika ia memasuki usia lanjut dan takut diceraikan, ia berkata kepada Nabi SAW, "Wahai Rasulullah SAW, hari bagianku kuberikan untuk Aisyah, " Rasululah pun menerimanya. Berkata Aisyah, "Kemudian Allah SWT menurunkan ayat, 'Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap acuh tak acuh dari suaminya.... "(shahih)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَأْذِنُنَا إِذَا كَانَ فِي يَوْمِ الْمَرْأَةِ مِنَّا بَعْدَمَا نَزَلَتْ { تُرْجِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُنَّ وَتُؤْوِي إِلَيْكَ مَنْ تَشَاءُ } قَالَتْ مَعَاذَةُ فَقُلْتُ لَهَا مَا كُنْتِ تَقُولِينَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كُنْتُ أَقُولُ إِنْ كَانَ ذَلِكَ إِلَيَّ لَمْ أُوثِرْ أَحَدًا عَلَى نَفْسِي

2136. Dari Aisyah, dia berkata, "Rasulullah SAW meminta izin jika ia sedang berada pada salah seorang dari istrinya setelah turunnya ayat 'Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka dan boleh pula menggauli siapa yang kamu kehendaki.'" Ma'adzah berkata, "Saya katakan kepada Aisyah, 'Apa yang kamu katakan kepada Nabi?'" Aisyah berkata, "Jika hari itu giliranku, maka aku tidak akan memberikannya untuk yang lain. " (shahih, Muttafaq Alaih)

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ إِلَى النِّسَاءِ تَعْنِي فِي مَرَضِهِ فَاجْتَمَعْنَ فَقَالَ إِنِّي لَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَدُورَ بَيْنَكُنَّ فَإِنْ رَأَيْتُنَّ أَنْ تَأْذَنَّ لِي فَأَكُونَ عِنْدَ عَائِشَةَ فَعَلْتُنَّ فَأَذِنَّ لَهُ

2137. Diriwayatkan oleh Aisyah, sesungguhnya Rasulullah SAW mengumpulkan istri-istrinya -ketika beliau sakit-, maka mereka semua berkumpul. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya aku tidak mampu menggilir kalian, jika kalian izinkan, maka aku ingin berada di sisi tempat Aisyah, mereka semua pun mengizinkannya. "(shahih)

أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ سَفَرًا أَقْرَعَ بَيْنَ نِسَائِهِ فَأَيَّتُهُنَّ خَرَجَ سَهْمُهَا خَرَجَ بِهَا مَعَهُ وَكَانَ يَقْسِمُ لِكُلِّ امْرَأَةٍ مِنْهُنَّ يَوْمَهَا وَلَيْلَتَهَا غَيْرَ أَنَّ سَوْدَةَ بِنْتَ زَمْعَةَ وَهَبَتْ يَوْمَهَا لِعَائِشَةَ

2138. Dari Aisyah, istri Rasulullah SAW, bahwa Rasulullah SAW ketika ingin bepergian, beliau mengundi para istrinya. Siapa saja yang keluar ketika diundi, maka dialah yang menemani Rasulullah SAW. Rasulullah SAW selalu memberikan hari-hari yang menjadi hak istrinya, tetapi Saudah binti Zam'ah, telah memberikan harinya (gilirannya) untuk Aisyah. (shahih, Muttafaq Alaih)

38 xxxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab NIKAH 37. Ucapan Kepada Mempelai

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَفَّأَ الْإِنْسَانَ إِذَا تَزَوَّجَ قَالَ بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

2130. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW apabila memberi ucapan selamat kepada mereka yang menikah, beliau mengucapkan, "Semoga Allah SWT selalu memberi keberkahan kepadamu, Semoga Allah SWT mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. " {shahih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab NIKAH 36. Seorang Lelaki yang Telah Melakukan Hubungan Suami-Istri Sebelum Sempat Memberikan Mahar Kepada Istrinya





عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَمَّا تَزَوَّجَ عَلِيٌّ فَاطِمَةَ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطِهَا شَيْئًا قَالَ مَا عِنْدِي شَيْءٌ قَالَ أَيْنَ دِرْعُكَ الْحُطَمِيَّةُ

2125. Dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Ketika Ali RA menikah dengan Fatimah RA, Rasulullah SAW berkata kepada Ali RA, 'Berikanlah sesuatu kepadanya.' Kemudian Ali RA menjawab, 'Saya tidak punya apa-apa.' Rasulullah bersabda, 'Mana baju besimu?'" {Hasan shahih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab NIKAH 35. Bermalam dengan Istri yang Masih Gadis


عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا تَزَوَّجَ أُمَّ سَلَمَةَ أَقَامَ عِنْدَهَا ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ لَيْسَ بِكِ عَلَى أَهْلِكِ هَوَانٌ إِنْ شِئْتِ سَبَّعْتُ لَكِ وَإِنْ سَبَّعْتُ لَكِ سَبَّعْتُ لِنِسَائِي

2122. Diriwayatkan dari Ummu Salamah, sesungguhnya Rasulullah SAW sewaktu menikah dengan Ummu Salamah, beliau bermalam bersamanya selama tiga malam. Kemudian beliau berkata, "Bermalamnya aku di rumahmu selama tiga hari bukanlah karena keluargamu rendah. Jika engkau mau, aku bisa saja bermalam bersamamu selama tujuh hari, akan tetapi jika aku tinggal bersamamu selama tujuh malam, maka istri-istriku yang lain pun harus mendapat giliran selama tujuh hari. " {shahih, Muslim)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ لَمَّا أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَفِيَّةَ أَقَامَ عِنْدَهَا ثَلَاثًا زَادَ عُثْمَانُ وَكَانَتْ ثَيِّبًا

2123. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, "Ketika Rasulullah mengambil Shafiyah sebagai istri, beliau bermalam selama tiga malam. " Dalam riwayat lain disebutkan, "Saat itu statusnya adalah janda." {shahih)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ إِذَا تَزَوَّجَ الْبِكْرَ عَلَى الثَّيِّبِ أَقَامَ عِنْدَهَا سَبْعًا وَإِذَا تَزَوَّجَ الثَّيِّبَ أَقَامَ عِنْدَهَا ثَلَاثًا

2124. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, dia berkata, "Apabila seorang laki-laki menikahi seorang gadis, maka hendaknya ia bermalam tujuh malam. Jika ia menikah dengan seorang janda, maka ia bermalam tiga malam. " {shahih, Muttafaq Alaih)