عَنْ جَرِيرٍ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرَةِ الْفَجْأَةِ فَقَالَ اصْرِفْ بَصَرَكَ
2148. Diriwayatkan
dari Jarir, dia berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang
pandangan yang tidak disengaja. " Kemudian Nabi Muhammad SAW menjawab,
"Alihkanlah pandanganmu. "(shahih, Muslim)
عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَلِيٍّ يَا عَلِيُّ
لَا تُتْبِعْ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ
لَكَ الْآخِرَةُ
2149. Diriwayatkan
dari Buraidah, ia berkata, "Rasulullah SAW berkata kepada Ali RA,
"Wahai Ali RA, janganlah engkau mengulangi pandanganmu, pandangan yang
pertama adalah untukmu, dan yang lainnya bukanlah untukmu. " (hasan)
عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُبَاشِرُ
الْمَرْأَةُ الْمَرْأَةَ لِتَنْعَتَهَا لِزَوْجِهَا كَأَنَّمَا يَنْظُرُ
إِلَيْهَا
2150. Diriwayatkan
oleh Ibnu Mas'ud, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Janganlah
seorang wanita melihat wanita lain, kemudian menceritakannya kepada
suaminya, seakan-akan ia (suaminya) melihatnya (wanita tersebut). " (shahih, Bukhari)
عَنْ جَابِرٍ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى امْرَأَةً فَدَخَلَ
عَلَى زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ فَقَضَى حَاجَتَهُ مِنْهَا ثُمَّ خَرَجَ
إِلَى أَصْحَابِهِ فَقَالَ لَهُمْ إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِي صُورَةِ
شَيْطَانٍ فَمَنْ وَجَدَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ
فَإِنَّهُ يُضْمِرُ مَا فِي نَفْسِهِ
2151. Diriwayatkan
oleh Jabir, sesungguhnya Rasulullah SAW melihat seorang wanita, lalu
beliau masuk ke rumah Zainab binti Jahsy, dan beliau menyelesaikan
hasratnya (terhadap istrinya itu). Setelah itu, ia keluar mengunjungi
sahabatnya, dan berkata, "Sesungguhnya wanita itu bagaikan bentuk
syetan, barangsiapa yang mendapati hal demikian, maka hendaklah ia
mendatangi istrinya, karena hal tersebut bisa meredam gejolak yang ada
dalam dirinya. "(shahih, Muslim)
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَا
رَأَيْتُ شَيْئًا أَشْبَهَ بِاللَّمَمِ مِمَّا قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ
عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنْ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ
فَزِنَا الْعَيْنَيْنِ النَّظَرُ وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُ
وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ
وَيُكَذِّبُهُ
2152. Diriwayatkan
dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, "Saya belum pernah melihat sesuatu
yang menyerupai apa yang dikatakan oleh Abu Hurairah, yang berasal dari
Nabi SAW." Beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT menetapkan adanya
bagian zina dari dalam diri keturunan anak Adam AS, dia akan menemukan
hal tersebut. Zina mata adalah melihat, zina lisan adalah omongan. Jiwa
itu mengharapkan dan menginginkan, sedangkan farj (kemaluan) membenarkan
dan mendustakannya. "{shahih, Muttafaq Alaih)
عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ لِكُلِّ ابْنِ آدَمَ حَظُّهُ مِنْ الزِّنَا بِهَذِهِ الْقِصَّةِ
قَالَ وَالْيَدَانِ تَزْنِيَانِ فَزِنَاهُمَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلَانِ
تَزْنِيَانِ فَزِنَاهُمَا الْمَشْيُ وَالْفَمُ يَزْنِي فَزِنَاهُ الْقُبَلُ
2153. Diriwayatkan
oleh Abu Hurairah RA, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda, "Setiap
anak Adam AS terdapat bagian zina dalam dirinya. " Ia berkata lagi,
"Kedua tangan terdapat ruang untuk berzina, zina tangan adalah dengan
memegang, dua kaki juga berzina, zinanya adalah berjalan ke tempat
perzinaan, mulut juga berzina, dan zinanya adalah mencium. "{Hasan, Muslim) Tanpa lafazh "Mulut."
عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
بِهَذِهِ الْقِصَّةِ قَالَ وَالْأُذُنُ زِنَاهَا الِاسْتِمَاعُ
2154. Dalam sebuah riwayat terdapat tambahan kalimat, "zina kedua telinga adalah mendengar (hal yang buruk) " (Hasan shahih, Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar