عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ
الْيَهُودَ كَانَتْ إِذَا حَاضَتْ مِنْهُمْ امْرَأَةٌ أَخْرَجُوهَا مِنْ
الْبَيْتِ وَلَمْ يُؤَاكِلُوهَا وَلَمْ يُشَارِبُوهَا وَلَمْ يُجَامِعُوهَا
فِي الْبَيْتِ فَسُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى { وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ } إِلَى
آخِرِ الْآيَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ جَامِعُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ وَاصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ غَيْرَ
النِّكَاحِ فَقَالَتْ الْيَهُودُ مَا يُرِيدُ هَذَا الرَّجُلُ أَنْ يَدَعَ
شَيْئًا مِنْ أَمْرِنَا إِلَّا خَالَفَنَا فِيهِ فَجَاءَ أُسَيْدُ بْنُ
حُضَيْرٍ وَعَبَّادُ بْنُ بِشْرٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الْيَهُودَ تَقُولُ
كَذَا وَكَذَا أَفَلَا نَنْكِحُهُنَّ فِي الْمَحِيضِ فَتَمَعَّرَ وَجْهُ
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنْ
قَدْ وَجَدَ عَلَيْهِمَا فَخَرَجَا فَاسْتَقْبَلَتْهُمَا هَدِيَّةٌ مِنْ
لَبَنٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَعَثَ
فِي آثَارِهِمَا فَظَنَنَّا أَنَّهُ لَمْ يَجِدْ عَلَيْهِمَا
2165. Diriwayatkan
dari Anas bin Malik, sesungguhnya orang-orang yahudi, apabila
istri-istri mereka dalam keadaan haid, mereka mengeluarkannya dari
rumah. Mereka tidak makan bersama, tidak menyentuhnya, tidak berhubungan
dengannya di rumah. Kemudian Rasulullah SAW ditanya mengenai perilaku
yang demikian, maka Allah SWT menurunkan ayat "Mereka bertanya kepadamu
tentang haid, maka katakanlah: Haid itu kotoran, oleh sebab itu
hendaklah dirimu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh, dan
janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci, " sampai akhir
ayat. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Berkumpullah dengannya di rumah
dan berbuatlah apa saja dengannya, kecuali menggaulinya. " Orang-orang
yahudi berkata, "Apa yang diingini oleh laki-laki ini, dalam hal yang
menyangkut permasalahan kami, selalu bertentangan dengan kami. "Kemudian
datanglah Usaid bin Hudhair dan Abbad bin Bisyr kepada Rasulullah SAW,
mereka berdua bertanya kepada Nabi, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya
orang-orang yahudi mengatakan begini dan begini.., apakah kami boleh
menikahi wanita (menyetubuhi istri-istri kami) yang sedang dalam keadaan
haidh?" Mimik wajah Rasulullah SAW berubah, sampai kami mengira bahwa
Rasulullah SAW telah marah, kemudian mereka berdua keluar, dan mereka
berdua mengirim hadiah susu kepada Nabi. Rasulullah SAW mengirim utusan
kepada kedua orang tersebut, sehingga mereka mengira bahwa Rasullulah
SAW tidaklah marah. "(shahih, Muslim)
عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَقُولُ كُنْتُ
أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيتُ فِي
الشِّعَارِ الْوَاحِدِ وَأَنَا حَائِضٌ طَامِثٌ فَإِنْ أَصَابَهُ مِنِّي
شَيْءٌ غَسَلَ مَكَانَهُ وَلَمْ يَعْدُهُ وَإِنْ أَصَابَ تَعْنِي ثَوْبَهُ
مِنْهُ شَيْءٌ غَسَلَ مَكَانَهُ وَلَمْ يَعْدُهُ وَصَلَّى فِيهِ
2166. Diriwayatkan
dari Sayyidah Aisyah RA, ia berkata, 'Saya dan Rasulullah SAW pernah
tidur berada dalam satu kain, pada saat itu saya dalam keadaan haid,
kemudian apabila salah satu anggota badannya terkena darah haid, beliau
mencucinya pada bagian yang terkena saja. Apabila baju beliau terkena
darah haid, maka beliau hanya mencuci bagian yang terkena saja, kemudian
beliau melakukan shalat. " (shahih)
مَيْمُونَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ
أَنْ يُبَاشِرَ امْرَأَةً مِنْ نِسَائِهِ وَهِيَ حَائِضٌ أَمَرَهَا أَنْ
تَتَّزِرَ ثُمَّ يُبَاشِرُهَا
2167. Diriwayatkan
dari Maimunah binti Al Harits, sesungguhnya Rasulullah SAW apabila
ingin bermesraan dengan istrinya yang dalam keadaaan haid, maka beliau
menyuruh istrinya untuk memakai kain, kemudian barulah Rasulullah
bermesraan dengannya. (shahih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar